IHSG berpotensi volatil, pasar cermati upaya gencatan senjata AS-Iran


TalkyWalkyNews.my.id, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis berpotensi bergerak volatil di tengah pelaku pasar masih mencermati upaya gencatan senjata yang dilakukan oleh Amerika Serikat (AS) terhadap Iran.

IHSG dibuka menguat 11,54 poin atau 0,16 persen ke posisi 7.313,66. Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 naik 0,42 poin atau 0,06 persen ke posisi 746,87.


"Kiwoon Research sarankan untuk lakukan Average Up dengan penuh perhitungan dan menerapkan money-management dengan disiplin," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Kamis.


Dari mancanegara, AS mengajukan proposal damai 15 poin, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz dan dismantling fasilitas nuklir Iran. Trump menyebut negosiasi berjalan, namun Iran menegaskan tidak ada pembicaraan, dan tidak akan menghentikan perang sebelum syaratnya terpenuhi.


Di sisi lain, Iran menuntut penghentian penuh perang (bukan sekadar ceasefire), pengakuan atas kontrol Selat Hormuz, pencabutan sanksi, kompensasi, serta kebebasan program militer.


Komunikasi masih berlangsung via mediator seperti Pakistan, Turki, dan Mesir, namun gap kedua pihak masih sangat jauh.


"Pasar berada dalam kondisi “hope vs reality". Setiap headline positif memicu risk-on, tetapi langsung diimbangi denial dari Iran,'" ujar Liza.


Sementara itu, ekspektasi suku bunga global berubah drastis, yaitu pasar kini tidak lagi pricing in bahwa The Fed akan melakukan pemangkasan pada tahun ini, dari sebelumnya ekspektasi dua kali pemangkasan.


BofA menyatakan harga minyak saat ini sudah berada di zona “hawkish” bagi The Fed. Apabila minyak WTI bertahan di 80-100 dolar AS per barel, maka risiko rate hike meningkat. Namun jika shock bersifat sementara dan menekan konsumsi, The Fed dapat kembali dovish.


Dari dalam negeri, pemerintah melalui Kementerian ESDM dan PT Pertamina meningkatkan status kewaspadaan, dengan mempercepat pengamanan stok BBM dan menjaga kelancaran impor migas di tengah gangguan pasokan global akibat konflik Timur Tengah dan risiko penutupan Selat Hormuz.


Strategi impor dialihkan ke negara di luar jalur Hormuz seperti Malaysia, Brunei, Afrika, dan Amerika, dengan tetap menghindari sumber dari negara yang terkena sanksi, sementara stok BBM domestik berada di kisaran 27 hari, di atas batas minimum namun tetap mencerminkan kerentanan terhadap gejolak eksternal.


Dari sisi kebijakan luar negeri, Presiden Prabowo menegaskan Indonesia tidak memiliki komitmen pendanaan 1 miliar dolar AS dalam Board of Peace (BoP) dan hanya berpartisipasi melalui pengiriman pasukan perdamaian serta bantuan kemanusiaan, dengan rencana pengiriman 8.000 pasukan saat ini ditunda di tengah dinamika domestik dan evaluasi kepentingan nasional.


Dari sisi stabilitas keuangan, Kementerian Keuangan menambah penempatan dana Rp100 triliun ke perbankan sehingga total mencapai sekitar Rp300 triliun, sebagai respons atas kenaikan yield obligasi negara yang mengindikasikan pengetatan likuiditas dan untuk menahan potensi kenaikan suku bunga.


Sementara itu, di tengah kepusingan Kementerian Keuangan atas Coretax yang dituding salah desain, Purbaya tetap mendorong optimalisasi penerimaan negara melalui rencana penerapan bea keluar batu bara dan nikel yang dijadwalkan difinalkan pada 26 Maret 2026 dan berpotensi berlaku mulai 1 April, dengan estimasi tambahan penerimaan hingga Rp25 triliun meskipun rentan mendapat penolakan dari pelaku usaha.


Beberapa hari sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mengatakan akan mengeluarkan keputusan peningkatan kuota produksi batu bara dan revisi rencana kerja dan anggaran belanja (RKAB) 2026 setelah Lebaran, demi menambal defisit APBN di tengah momentum naiknya harga batubara.

Previous Post Next Post